Berkembangnya
ilmu pengetahuan dan tehnologi, mau tidak mau terus berdampak pada
berkembang terhadap ilmu-ilmu yang lainnya, salah satunya di bidang
biologi molekuler dan kedokteran. saat ini di bidang biologi molekuler /
imonologi adalah pengembangan sel induk, yang biasa disebut stem sel.
berikut ini saya coba ulas ringkasan sedikit tentang stem sel.
Pengertian Stem sel
Pengertian Stem sel
(stem
cell) secara umum adalah sel yang belum berdiferensiasi dan mempunyai
potensi yang sangat tinggi untuk berkembang menjadi banyak jenis sel
yang berbeda di dalam tubuh.
Stem sel juga
disebut sel punca, sel induk, sel batang. stem sel juga berfungsi
sebagai sistem perbaikan untuk mengganti sel-sel tubuh yang telah rusak
demi kelangsungan hidup organisme. Saat stem sel membelah, sel yang baru
mempunyai potensi untuk tetap menjadi sel punca atau menjadi sel dari
jenis lain dengan fungsi yang lebih khusus, misalnya sel otot, sel darah
merah atau sel otak.
Sifat-sifat umum STEM CELL dibagi sebagai berikut:
Stem cell adalah sel yang tidak / belum terspesialisasi yang mempunyai 2 sifat:
1. Kemampuan
untuk berdiferensiasi menjadi sel lain (differentiate). Dalam hal ini
stem cell mampu berkembang menjadi berbagai jenis sel matang, misalnya
sel saraf, sel otot jantung, sel otot rangka, sel pankreas, dan
lain-lain.
JENIS-JENIS STEM CELL
BERDASARKAN SUMBER ASAL SEL
Stem cell ditemukan dalam berbagai jaringan tubuh. sehingga stem cell dibagi menjadi beberapa berdasarkan asal selnya:
• Jaringan lain pada dewasa seperti pada:
- susunan saraf pusat - adiposit (jaringan lemak) - otot rangka -
pankreas Adult stem cell mempunyai sifat plastis, artinya selain
berdiferensiasi menjadi sel yang sesuai dengan jaringan asalnya, adult
stem cell juga dapat berdiferensiasi menjadi sel jaringan lain.
Misalnya: neural stem cell dapat berubah menjadi sel darah, atau stromal
stem cell dari sumsum tulang dapat berubah menjadi sel otot jantung,
dan sebagainya.
PERAN STEM SEL DALAM RISET PENELITIAN
1. Terapi gen.
Stem cell
(dalam hal ini hematopoietic stem cell) digunakan sebagai alat pembawa
transgen ke dalam tubuh pasien, dan selanjutnya dapat dilacak jejaknya
apakah stem cell ini berhasil mengekspresikan gen tertentu dalam tubuh
pasien. Dan karena stem cell mempunyai sifat self-renewing, maka
pemberian pada terapi gen tidak perlu dilakukan berulang-ulang, selain
itu hematopoietic stem cell juga dapat berdiferensiasi menjadi
bermacam-macam sel, sehingga transgen tersebut dapat menetap di berbagai
macam sel.
2. Mengetahui proses biologis,
yaitu perkembangan organisme dan perkembangan kanker. Melalui stem cell
dapat dipelajari nasib sel, baik sel normal maupun sel kanker.
3. Penemuan dan pengembangan obat baru, yaitu untuk mengetahui efek obat terhadap berbagai jaringan.
4. Terapi sel berupa replacement therapy.
Oleh karena stem cell dapat hidup di luar organ tubuh manusia misalnya
di cawan petri, maka dapat dilakukan manipulasi terhadap stem cell itu
tanpa mengganggu organ tubuh manusia. Stem cell yang telah dimanipulasi
tersebut dapat ditransplantasi kembali masuk ke dalam organ tubuh untuk
menangani penyakit-penyakit tertentu.
Ada 3 golongan penyakit yang dapat diatasi oleh stem cell:
1. Stem cell
tersebut dapat diperoleh dari pasien itu sendiri. Artinya transplantasi
dapat bersifat autolog sehingga menghindari potensi rejeksi. Berbeda
dengan transplantasi
Therapeutic
cloning atau yang lebih panjangnya disebut SCNT (Somatic Cell Nuclear
Transfer) adalah suatu teknik yang bertujuan untuk menghindari risiko
penolakan/rejeksi.
Keuntungan dan Kerugian Memakai Jenis Stem sel Tertentu dalam Cell-based Therapy
Keuntungan embryonic stem cell:
Stem Cell untuk Penyakit Parkinson
Terapi stem Cell untuk Penderita penyakit Stroke
